Skip to content

Latar Belakang

Perubahan iklim telah menjadi salah satu tantangan global terbesar abad ini. Dampaknya meluas di berbagai sektor seperti kesehatan, pertanian, ketahanan pangan, sumber daya air, energi, infrastruktur, hingga perekonomian secara umum. Indonesia sebagai negara kepulauan dengan garis pantai yang panjang, keanekaragaman hayati yang tinggi, serta ketergantungan pada sumber daya alam, termasuk dalam kelompok negara yang rentan terhadap dampak perubahan iklim.

Di sisi lain, Indonesia juga menghadapi tantangan dalam menjaga laju pembangunan nasional yang terus meningkat, yang seringkali berpotensi meningkatkan emisi gas rumah kaca (GRK). Oleh karena itu, diperlukan strategi pembangunan yang tidak hanya mengejar pertumbuhan ekonomi, tetapi juga memperhatikan keberlanjutan lingkungan, penurunan emisi GRK, serta ketahanan terhadap risiko perubahan iklim.

Pembangunan Rendah Karbon dan Berketahanan Iklim (PRKBI) hadir sebagai pendekatan untuk:

  • Menyeimbangkan pembangunan ekonomi dengan penurunan emisi GRK, melalui efisiensi energi, pengelolaan sumber daya alam yang berkelanjutan, dan penggunaan teknologi ramah lingkungan.

  • Meningkatkan ketahanan masyarakat dan ekosistem terhadap dampak perubahan iklim, seperti bencana alam, naiknya permukaan air laut, kekeringan, maupun banjir.

  • Mendukung komitmen internasional Indonesia, seperti Kesepakatan Paris (Paris Agreement) dan target Nationally Determined Contribution (NDC) yang telah disampaikan ke UNFCCC.

Pemerintah Indonesia sendiri telah menetapkan Rencana Pembangunan Jangka Menengah Nasional (RPJMN) yang mengintegrasikan agenda pembangunan rendah karbon dan berketahanan iklim sebagai bagian dari strategi pembangunan nasional.

System Dynamics Center hadir dalam mendukung dan mewujudkan target nasional dengan optimalisasi penguatan SDM, kerjasama dan pendampingan untuk daerah dalam penyusunan dokumen pembangunan rendah karbon dan berketahanan iklim (PRKBI) yang terintegrasi sehingga membentuk divisi riset dan pengembangan PRKBI